Senin, 24 Agustus 2015

0

Review Novel Life of Pi Karya Yann Martel

Life of Pi



Karya Yann Martel

Perjuangan Hidup 227 Hari di Tengah Lautan

Sumber : https://faheemabdmominhussain.files.wordpress.com/2013/06/life-of-pi-tie-in.jpg

Life Of Pi

Pengarang
Yann Martel
Judul Asli
Life of Pi
Negara
Kanada
Bahasa
Inggris
Genre
Fiksi
Penerbit
Knopf Kanada
Tanggal Rilis
September 2001
Halaman
401
ISBN
ISBN 0-676-97376-0 (edisi pertama, sampul keras)
ISBN 0-15-602732-1 (edisi AS)
ISBN 1-56511-780-8 (buku audio, Penguin Highbride)
Nomor OCLC
46624335
Penghargaan
Pemenang The Man Booker Prize

Life of Pi adalah sebuah novel petualangan fantasi karya Yann Martel yang diterbitkan tahun 2001, Tokoh utamanya, Piscine Molitor "Pi" Patel, seorang bocah India dari Pondicherry, mengalami hal-hal berbau spiritualitas dan praktikalitas sejak usia muda. Ia bertahan hidup selama 227 hari setelah bencana kapal di Samudra Pasifik bersama seekor harimau benggala bernama Richard Parker.
Novel ini ditolak oleh sedikitnya lima penerbitan di London sebelum diterima oleh Knopf Kanada, yang menerbitkannya pada bulan September 2001. Edisi novel di Britania Raya memenangkan Man Booker Prize for Fiction pada tahun berikutnya. Novel ini juga masuk nominasi Canada Reads CBC Radio tahun 2003, yang dimenangkan oleh Nancy Lee. Terjemahan Perancisnya, L'histoire de Pi, masuk nominasi kontes tersebut versi Perancis, Le combat des livres yang dimenangkan oleh Louise Forestier. Novel ini memenangkan Boeke Prize, sebuah penghargaan novel Afrika Selatan, pada tahun 2003. Tahun 2004, novel ini memenangkan Asian/Pacific American Award for Literature untuk Fiksi Dewasa Terbaik tahun 2001–2003. Pada tahun 2012, novel ini diadaptasikan menjadi sebuah film fitur teater yang disutradarai Ang Lee dan dengan naskah karangan David Magee.

Sinopsis Life of Pi


Pada tanggal 21 Juni 1977, kapal barang Tsimtsum berlayar dari Madras menuju Canasa. Pada tanggal 2 Juli, kapal itu tenggelam di Samudra Pasifik. Hanya satu sekoci berhasil diturunkan, membawa penumpang seekor hyena, seekor zebra yang kakinya patah, seekor orang-utan betina, seekor harimau Royal Bengal seberat 225 kilogram dan Pi-anak lelaki India berusia 16 tahun. Selama lebih dari tujuh bulan sekoci itu terombang-ambing di Samudra Pasifik yang biru dan ganas. Di samudra inilah sebagian Kisah Pi berlangsung. Kisah yang luar biasa, penuh keajaiban, dan seperti ucapan salah satu tokoh di dalamnya, kisah ini akan membuat orang percaya pada Tuhan.


Sekilas Novel Life of Pi



Novel ini menceritakan Piscine Molitor Patel, biasa di panggil Pi, si tokoh utama, anak keturunan India yang keluarganya awalnya bekerja di bidang usaha perhotelan kemudian banting setir merintis usaha di bidang kebun binatang. Di bagian awal, novel ini bercerita tentang bagaimana masa kecil Pi yang selalu dikelilingi berbagai binatang sampai ketika mulai beranjak dewasa, ia begitu tertarik untuk belajar berbagai macam ajaran agama dan ketuhanan. Keluarga Pi yang merupakan keluarga india modern membuat kedua orang tuanya tidak pernah melarang Pi untuk mempelajari maupun terikat dengan satu agama apapun. Pada perjalanannya, Pi akhirnya sering keluar masuk masjid, gereja, tempat sembahyang para yahudi dan bahkan dihari-hari tertentu ia memasang dupa dan menyembah dewa-dewi agama hindu. Satu ketika dengan hati yang mantap, Pi meminta kepada ayahnya untuk dibelikan sajadah, namun disisi lain ia ingin pula dibaptis. Alasannya, karena ia suka dengan ajaran ketuhanan dalam Islam namun ia sendiri belajar di sekolah Kristen. Oleh ayahnya, Pi kemudian dibelikan sajadah untuk shalat, dan pada hari lainnya ia dibaptis pula oleh pastor.
Pada waktu Pi berumur 16 tahun, orang tua Pi memutuskan untuk pindah ke kanada dan ingin memulai hidup baru disana. Berbagai jenis hewan koleksi kebun binatangnya pun dijual satu persatu. namun tetap saja masih ada sejumlah binantang yang tersisa, dan itu harus mereka angkut melalui kapal untuk menyebrang sampai ke Kanada. Pada hari keberangkatan, Pi kemudian berpamitan dengan semua teman-teman dan gurunya-gurunya, bahkan dengan orang-orang yang tidak ia kenal, karena menurut orang tuanya, mereka tidak akan pernah lagi kembali ke India.
Pada kenyataannya, perjalanan keluarga India ini tidak berlangsung mulus. suatu hari Pi terbangun karena mendengar suara ledakan di kapal tersebut. Pi ingin membangunkan kakaknya, Ravi, maupun kedua orangtuanya, namun ia takut. Akhirnya ia memutuskan untuk mengecek sendiri apa yang terjadi di luar kapal. Sesampainya diluar, Pi terhenyak, ternyata diluar sedang hujan dan berangin walaupun Pi tidak bisa menyimpulkan bahwa cuaca tersebut bisa disebut badai dan dapat menenggelamkan kapal. Namun yang paling membuat Pi merasa kaget adalah kerbau yang mereka bawa dari India lepas dari kandangnya dan berlari kesana kemari menabrak apapun yang ada dikapal. Belum sempat Pi sadar dengan kekagetannya muncul binatang lain yang berlarian kesana kemari, selanjutnya Pi baru tahu bahwa kapal tersebut ternyata miring. Terhuyung-huyung Pi memegang sisi kapal untuk menyeimbangkan badannya dan dengan tenaga yang ia punyai, Pi kemudian mencari nahkoda dan awak kapal, siapa pun, orang yang bertanggungjawab akan keselamatan pelayaran mereka. Namun yang ia dapat sangatlah diluar dugaan. Di pinggir tempat sekoci kapal, ia melihat beberapa awak kapal berkumpul dan pada saat Pi memanggilnya, Pi justru ditarik para awak kapal tersebut dan dijatuhkan ke dalam sekoci. Sepersekian detik kemudian, Pi melihat bahwa kapal tersebut mulai karam dan Pi tidak tahu seperti apa akhir dari kapal tersebut karena ia sudah terlalu jauh dibawa angin samudra pasifik saat itu. Disinilah cerita Pi bermula. Pi seorang anak india berumur 16 tahun, terombang ambing di dalam sebuah sekoci ditengah samudra pasifik dengan beberapa ekor hewan didalamnya, seekor hyena, seekor zebra yang kakinya patah, seekor orang-utan Kalimantan betina, dan Richard Parker; Harimau Royal Bengal seberat 225 kilogram. Dalam perjalanannya selama 227 hari atau lebih dari 7 bulan terombang ambing di samudra pasifik, terdapat berbagai macam kejadian yang Pi alami, mulai dari proses makan memakan para hewan-hewan tersebut karena tuntutan kebutuhan yang sampai akhirnya tinggal Pi dan Richard Parker si Harimau Royal Bengal yang tersisa. Bagaimana kelanjutan kisah Pi Patel? Dapatkah ia tetap bertahan hidup? Silahkan membacanya sendiri....

Kutipan dari Novel Life of Pi
Aku merinding, di antara jaket-jaket pelampung, hanya setengah terlihat, seperti kalau kita mengintip dari balik dedaunan, untuk pertama kalinya aku melihat Richard Parker sekilas dengan jelas, dengan pikiran jernih. Yang bisa kulihat adalah bagian belakangnya, dan sebagian punggungnya. Warnanya kecokelatan bergaris-garis dan sangat besar. Dia menghadap keburitan, berbaring telungkup. Tubuhnya tidak bergerak-gerak, hanya bagian sampingnya bergerak-gerak saat dia bernapas. Aku mengerjap-ngerjapkan mata dengan perasaan tak percaya melihat betapa dekatnya dia, kalau aku menjulurkan badan, bisa kucubit pantatnya. Dan jarak diantara kami hanya dipisahkan oleh sehelai kain tipis yang dengan mudah bisa dilangkahinya.”

Pendapat Saya tentang Novel Life of Pi Karya Yann Martel


Menurut saya Life of Pi adalah salah satu novel yang patut dibaca bagi semua orang. Life of Pi karangan Yann Martel menurut saya mampu menyuguhkan cerita yang sangat apik dan mampu membangkitkan inspirasi kita. Life of Pi sendiri menurut saya benar-benar menarik dan membuat saya sulit memalingkan mata selama membacanya serta mampu menghadirkan emosi yang jarang saya dapatkan dari novel-novel lainnya. Walaupun begitu, di beberapa titik saya merasa cerita Life of Pi berjalan sedikit terlalu lambat. Tapi, setelah semuanya menurut saya Life of Pi adalah novel yang benar-benar bagus dan cocok dijadikan bahan bacaan.


Sumber : 
  1. Martel, Yann. 2013. Life of Pi. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Life_of_Pi
  3. http://kendytriana.blogspot.com/2013/01/life-of-pi-yann-martel-review-sinopsis.html

Oleh :  Yohanes Adryan Lamury Hadjon

0 komentar:

Posting Komentar