• Percy Jackson and The Olympians : The Lightning Thief

    Dari waktu ke waktu, selama sekian abad, Kronos bergerak. Dia memasuki mimpi buruk manusia dan mengembuskan pikiran jahat. Dia membangkitkan monster-monster gelisah dari kedalaman.

  • Enter Slide 2 Title Here

    This is slide 2 description. You can replace this with your own words. Blogger template by NewBloggerThemes.com...

  • Enter Slide 3 Title Here

    This is slide 3 description. You can replace this with your own words. Blogger template by NewBloggerThemes.com...

Kamis, 27 Agustus 2015

0

Review Novel Percy Jackson & The Olympians : 3. The Titan's Curse Karya Rick Riordan

Percy Jackson & The Olympians : 3. The Titan's Curse Karya Rick Riordan
0

Review Novel Percy Jackson & The Olympians : 2. The Sea of Monsters Karya Rick Riordan

Percy Jackson & The Olympians : The Sea of Monsters

Karya Rick Riordan

Perjalanan Melintasi Lautan Monster

Sumber : http://baca-online.pun.bz/files/2-lautan-monster.jpg


Percy Jackson & The Olympians : The Sea of Monsters

Pengarang
Rick Riordan
Ilustrator
John Rocco
Judul Asli
Percy Jackson & The Olympians : The Sea of Monsters
Negara
Amerika Serikat
Bahasa
Inggris
Bahasa Indonesia (Terjemahan)
Genre
Fantasi
Penerbit
Miramax Books/Hyperion Books for Children (Amerika Serikat)
Mizan Fantasy (Terjemahan Indonesia)
Tanggal Rilis
3 Mei 2006 (Amerika Serikat)
2009
Halaman
380
ISBN
ISBN 978-979-433-548-2
Nomor OCLC
64664383
Penghargaan

Percy Jackson & The Olympians : The Sea of Monsters

Sinopsis Percy Jackson & The Olympians : The Sea of Monsters

Setelah menghabiskan musim panas lalu berjuang mencegah meletusnya peperangan besar antar para dewa dengan mencari petir asali Dewa Zeus, Percy Jackson ternyata belum bisa menikmati ketenangan. Kali ini dia kewalahan menghadapi teman barunya, Tyson, remaja tunawisma berbadan besar dengan tingkah seperti anak kecil yang selalu mengekor Percy ke mana pun dia pergi. Lalu tiba-tiba Annabeth datang membawa kabar buruk : Perkemahan Blasteran-satu-satunya tempat perlindungan bagi anak-anak setengah dewa-terancam dikuasai oleh para monster. Seolah-olah belum cukup, pesan mimpi juga datang pada Percy yang menyiratkan sahabatnya Grover tengah dalam bahaya. Tak tanggung-tanggung, untuk menyelamatkan Perkemahan Blasteran dan menemukan sahabatnya, Grover, Percy harus mengarungi Lautan Monster, tempat mengerikan yang dihindari oleh pelaut waras mana pun. Dan dalam perjalanannya kali ini, ramalan yang disembunyikan rapat-rapat oleh Chiron dan para dewa dari Percy pun perlahan-lahan mulai terkuak.

Sekilas Novel Percy Jackson & The Olympians : The Sea of Monsters

Bagaimana jika Dewa-Dewi Olympus masih hidup di abad ke-21? Bagaimana jika mereka masih jatuh cinta pada manusia dan memiliki anak dari manusia yang mungkin saja tumbuh besar menjadi pahlawan seperti Theseus, Jason dan Hercules? Bagaimana jika kamu adalah salah satunya?
Percy Jackson adalah anak laki-laki berusia 12 tahun yang menderita disleksia dan ADHD (Attention Deficit and Hiperactivity Disorder). Percy memang sedikit aktif dan berdarah panas seperti anak laki-laki normal lainnya. Sayangnya, kecenderungan ditimpa kejadian aneh di manapun ia berada menyebabkannya diusir dari berbagai sekolah, meskipun sebenarnya ia adalah anak laki-laki yang baik hati. Akan tetapi, dibalik semua itu ia adalah putra dari Poseidon, sang penguasa lautan.
Petualangan Percy kali ini bermula saat ia bermimpi buruk melihat Grover si satyr sahabatnya sedang dalam bahaya. Awalnya mimpinya terlihat buram dan tidak jelas, Grover sedang berlari cepat dan terlihat sangat ketakutan serta panik. Kemudian ia melihat sesosok bayangan. Sosok bayangan yang tidak terlihat jelas, namun memiliki kekuatan yang cukup untuk memukul hancur sebuah lampu jalan. Dengan panik, Grover terus berlari dan akhirnya bersembunyi di sebuah toko yang bertuliskan BUTIK PENGANTIN ST. AUGUSTINE. Bayangan tersebut melewati muka toko, dan sepertinya ia tidak melihat Grover, mungkin makhluk tersebut telah pergi dan meninggalkan Grover sendirian. Kemudian kilat menyambar, seluruh muka toko tersebut meledak disertai gelegar auman monster, "MILIKKU!!!"
Tiba-tiba Percy tersentak bangun, tanpa bdai, tanpa monster. Tetapi, Percy sepertinya melihat sesosok bayangan di luar jendela kamarnya.

Selasa, 25 Agustus 2015

0

Review Novel Percy Jackson & The Olympians : 1. The Lightning Thief Karya Rick Riordan

Percy Jackson & The Olympians : The Lightning Thief

Karya Rick Riordan

Perjuangan Menyelamatkan Dunia

[Book+#1+The+Lightning+Thief+-+USA+Edition+(2).jpg]
Sumber : http://ageha777.blogspot.com/2010/01/percy-jackson-olympians-series.html

[Book+#1+The+Lightning+Thief+-+Indonesia+Edition.jpg][Book+#1+The+Lightning+Thief+-+UK+Edition.jpg][Book+#1+The+Lightning+Thief+-+UK+Edition+(1).jpg][Book+#1+The+Lightning+Thief+-+USA+Edition+(1).jpg]
Sumber : http://ageha777.blogspot.com/2010/01/percy-jackson-olympians-series.html


Percy Jackson & The Olympians : The Lightning Thief


Pengarang
Rick Riordan
Ilustrator
John Rocco
Judul Asli
Percy Jackson & The Olympians : The Lightning Thief
Negara
Amerika Serikat
Bahasa
Inggris
Bahasa Indonesia (Terjemahan)
Genre
Fantasi
Penerbit
Hyperion Books (Amerika Serikat)
Mizan Fantasy (Terjemahan Indonesia)
Tanggal Rilis
1 Juli 2005 (sampul tebal)
April 2006 (sampul tipis)
Januari 2009 (Indonesia)
Halaman
458
ISBN
ISBN 978-979-433-540-6
Nomor OCLC
60786141
Penghargaan
  • Pemenang Penghargaan Mark Twain 2008.
  • Buku Terlaris New York Times
  • Dipilih sebagai Al Roker's Book Club For Kids, dalam Today Show
  • Buku Terbaik School Library Journal 2005
  • New York Times Notable Book 2005
  • Buku Terbaik Child Magazine 2005
  • Nominator Penghargaan Bluebonnet 2006, Asosiasi Perpustakaan Texas
  • Pemenang Penghargaan Askews Torchlight (UK) 2006
  • Masuk dalam Daftar Buku Terbaik dari yang Terbaik 2005, Perpustakaan Umum Chicago
  • Salah satu dari Daftar Fiksi Rak Teratas VOYA 2005
  • ALA Notable Book 2005
  • Buku Terbaik YALSA for Young Adults 2005
  • Pemenang Penghargaan Red House Children's Book (UK) 2006
  • Penghargaan Pilihan CCBC 2006, Cooperative Children's Book Center
  • 2006 Notable Children's Book, National Council for Teachers of English
  • Buku Anak Terlaris Nasional versi Publisher Weekly
  • Pemenang Penghargaan Warwickshire Book (UK) 2007
  • Pemenang Penghargaan Beehive 2007 (Asosiasi Literatur Anak-Anak Utah)
  • Pemenang Penghargaan Maine Student Book 2007

Percy Jackson & The Olympians : The Lightning Thief adalah buku pertama dari seri novel Percy Jackson & The Olympians karangan Rick Riordan. Novel ini menceritakan tentang petualangan seorang pemuda yang bernama Percy Jackson, yang merupakan anak dari dewa Poseidon yang dituduh telah mencuri petir milik Zeus. Percy Jackson & The Olympians : The Lightning Thief diterbitkan pada 1 Juli 2005 di Amerika Serikat oleh Hyperion Books. Selain itu, buku ini sudah diadaptasi menjadi film berjudul Percy Jackson & The Olympians : The Lightning Thief. Sementara di Indonesia, novel ini diterbitkan oleh penerbit Hikmah (Mizan Fantasy).
The Lightning Thief adalah kisah petualangan penuh aksi dengan mitologi Yunani Kuno sebagai bahan pendukung utama cerita, diwarnai dengan kisah persahabatan, pengkhianatan dan keluarga membuat pembaca tidak sanggup meletakkan buku ini sebelum selesai mengikuti petualangan Percy hingga akhir halaman buku.
Satu keunikan cerita ini adalah kelihaian pengarang untuk menggabungkan dunia tempat tinggal kita di abad ke-21 dengan mitologi dewa Yunani. Rick Riordan meminjam mitologi asli dan menyesuaikannya dengan dunia modern. Dikisahkan para dewa tersebut juga sudah ikut beradaptasi dengan perkembangan teknologi di dunia manusia. Seperti Dewa Ares yang berpenampilan seperti preman jalanan dengan sepeda motor.
Tak hanya itu, lelucon yang sangat kocak juga bertebaran dari judul bab, percakapan para tokoh hingga penuturan cerita dari sudut pandang tokoh utama. Judul setiap bab yang diberikan oleh Rick Riordan sangat mengundang rasa penasaran pembaca untuk segera melaju ke isi bab berikutnya.
Contohnya seperti bab “Aku Tak Sengaja Memusnahkan Guru Pra-Aljabarku”, “Tiga Nenek Merajut Kaus Kaki Kematian”, “Ibu Mengajariku Bertarung Dengan Banteng”, “Seorang Dewa Mentraktir Kami Cheeseburger”, “Kami Mendapat Nasihat Dari Anjing Pudel” praktis membuat pembaca merasa geli dan penasaran dengan apa yang dialami oleh Percy dan kawan-kawannya kali ini.

Sinopsis Percy Jackson & The Olympians : The Lightning Thief

Percy Jackson-dua belas tahun, disleksia dan GPPH (Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktif)-hampir dikeluarkan dari sekolah asramanya ... lagi. Tetapi, itu hanya sedikit saja dari sekian banyak masalah yang menantinya. Monster-monster tiba-tiba menyerangnya. Dewa-Dewi dari Gunung Olympus berebutan mencarinya, sebagian melindungi sebagian menyerangnya.
Masalah semakin rumit ketika Percy membuat seorang dewa marah besar. Petir asali milik Dewa Zeus telah hilang dicuri, membuat Dewa Tiga Besar saling menyalahkan dan memunculkan konflik besar di Gunung Olympus. Tanda-tanda akan terjadinya perang mulai terlihat, dunia terancam hancur. Percy pun dituduh menjadi tersangka utama pencurian dan penyebab perpecahan para dewa.
Kini Percy dan dua orang temannya hanya punya waktu sepuluh hari untuk mencari dan mengembalikan benda keramat tersebut dan mencegah terjadinya perang besar di Olympus. Namun, Percy harus menghadapi tantangan besar, sebuah kekuatan mengerikan yang lebih hebat daripada kekuatan para dewa sendiri.

Sekilas Novel Percy Jackson & The Olympians : The Lightning Thief

Bagaimana jika Dewa-Dewi Olympus masih hidup di abad ke-21? Bagaimana jika mereka masih jatuh cinta pada manusia dan memiliki anak dari manusia yang mungkin saja tumbuh besar menjadi pahlawan seperti Theseus, Jason dan Hercules?
Bagaimana jika kamu adalah salah satunya?
Percy Jackson adalah anak laki-laki berusia 12 tahun yang menderita disleksia dan ADHD (Attention Deficit and Hiperactivity Disorder). Percy memang sedikit aktif dan berdarah panas seperti anak laki-laki normal lainnya. Sayangnya, kecenderungan ditimpa kejadian aneh di manapun ia berada menyebabkannya diusir dari berbagai sekolah, meskipun sebenarnya ia adalah anak laki-laki yang baik hati.
Namun Percy masih belum tahu kalau ia adalah anak dari salah satu Dewa Olympus dengan manusia. Ibunya selalu merahasiakan hal itu darinya. Percy tidak tahu sama sekali kalau Dewa Olympus masih ada dan hidup di Amerika. Dan mereka masih menjalin cinta dengan manusia serta memiliki anak dari mereka, anak-anak yang mungkin akan menjadi pahlawan besar di masa depan.
Sayangnya sebagian besar dari anak-anak separuh dewa (Demigod) tersebut menemui takdir mengerikan di tangan para monster saat berusia 12 tahun. Hanya sedikit Demigod yang berhasil bertahan hidup untuk mengetahui identitas mereka yang sebenarnya.
Karena Percy telah berusia 12 tahun, maka tak heran kalau Percy kerap menemui kejadian aneh yang biasanya merupakan usaha para monster untuk membunuhnya. Namun berkat Kabut yang menghalangi penglihatan manusia dari pemandangan yang melibatkan dewa atau monster, semua orang percaya kalau Percy adalah anak berandalan yang patut diusir dari sekolah setiap kali menimbulkan kekacauan.
Tak lama, Percy mulai curiga ada yang aneh pada dirinya, sejak ia diserang oleh monster Erinyes yang menyaru menjadi guru pra-aljabarnya. Percy membunuhnya dan membuatnya hilang menjadi abu dengan sebuah pena yang berubah menjadi pedang. Kemudian ia mencuri dengar pembicaraan teman sekelasnya yang merupakan Satyr (manusia kambing) dengan Chiron (Centaur yang telah melatih sejumlah Demigod).
Apakah itu cuma imajinasinya saja? Ia sudah terbiasa dengan kejadian aneh yang kerap terjadi dalam hidupnya, namun ia merasa kali ini halusinasinya benar-benar kelewat parah.
Lalu pada saat liburan musim panas di Long Island bersama ibunya, Percy dijemput oleh teman baiknya Grover pada tengah malam saat badai melanda.
Saat mendengar serangkaian peristiwa aneh yang menimpa Percy, ibunya yang berusaha memberikan kehidupan normal untuk Percy akhirnya harus menyerah dan membiarkan Percy mengikuti takdirnya.
Karena kehabisan akal untuk melindungi anaknya, ibunya membawanya ke perkemahan musim panas -Perkemahan Blasteran- di Bukit Blasteran di Long island. Perkemahan yang didedikasikan untuk melatih Demigod muda cara mempertahankan diri dari para monster yang kerap menyerang para pahlawan itu di dunia manusia.
Para Demigod ini akan dibimbing oleh Centaur bernama Chiron (Centaur yang melatih Hercules). Perkemahan yang dikepalai oleh dewa anggur -Dionysus- ini merupakan tempat yang relatif aman bagi Demigod karena berkat batas wilayah tak kasat mata di sekeliling area perkemahan mereka, para Demigod terlindung dari serangan para monster.
Ketika Percy melakukan perjalanan dengan mobil menuju perkemahan bersama ibu dan temannya, mobil mereka meledak dan mereka diserang oleh Minotaur yang menangkap ibunya. Rasa takut Percy digantikan oleh amarah yang memicu kekuatannya keluar saat melihat ibunya telah memudar dan lenyap dalam genggaman Minotaur.
Percy berhasil membunuh Minotaur, yang akhirnya hilang bagaikan abu sebelum Minotaur itu sempat menyerang Grover yang pingsan. Takut dan berduka karena kehilangan ibunya, Percy akhirnya roboh di depan perkemahan.
Percy yang akhirnya terbangun menyadari bahwa dia telah tiba di Perkemahan Blasteran. Percy kemudian diajak berkeliling perkemahan oleh Chiron. Perkemahan ini memiliki area yang luas, termasuk di dalamnya 12 pondok yang berbentuk huruf U, dua di dasar dan lima berbaris di kedua sisi. 12 pondok untuk 12 dewa dewi di mana setiap pondok memiliki arsitektur tersendiri.
Pondok-pondok tersebut ditempati oleh anak-anak keturunan dewa atau dewi tersebut. Karena identitas ayah Percy masih belum diketahui maka untuk sementara Percy tinggal di pondok Hermes di bawah pengawasan Luke, salah satu anak Dewa Hermes sekaligus pemimpin pondok Hermes.
Tak pernah terbayangkan oleh Percy kalau banyak sekali Demigod di Perkemahan Blasteran. Semua Demigod berkumpul dalam kelompok tersendiri berdasarkan siapa dewa yang menjadi ayah atau ibunya. Anak Dewa Hermes akan berkumpul bersama dengan saudara-saudaranya yang lain, begitu juga dengan anak Dewi Athena, Dewa Ares, Dewi Aphrodite, Dewa Apollo, Dewa Dionysus, Dewa Hephaestus dan lain-lain.
Dari Annabeth (putri Dewi Athena), Percy mengetahui bahwa disleksia dan ADHD merupakan keunikan tersendiri yang dimiliki oleh Demigod. Hal itu dikarenakan DNA mereka lebih hebat dari manusia biasa, membuat mereka mampu melihat segala sesuatu sekaligus.
Selain itu Demigod sanggup berbicara bahasa Yunani Kuno secara fasih karena otak mereka sudah terprogram untuk bahasa tersebut. Dan semua Demigod memiliki kekuatan yang diwarisi dari dewa yang menjadi ayah atau ibu mereka.
Menurut informasi yang diberikan Chiron dan Annabeth, diketahui kalau saat ini Zeus tinggal di puncak gedung Empire State, sedangkan daerah kekuasaan Hades berada di Los Angeles dan Poseidon masih menguasai lautan.
Di Perkemahan Blasteran, Percy melewatkan hari-harinya dengan rutinitas yang hampir terasa normal jika tidak melibatkan kenyataan bahwa ia diajari oleh Satyr, Centaur dan peri. Ia belajar membaca bahasa Yunani Kuno dari Annabeth, keahlian berpedang dari Luke yang merupakan pemain pedang terbaik dan diajari keahlian memanah oleh Chiron.
Sewaktu berpartisipasi permainan tangkap bendera, Percy diserang oleh anak-anak Dewa Ares. Luka Percy sembuh seketika saat ia tak sengaja melangkah ke dalam sungai. Dari situ diketahui bahwa Percy (Perseus) Jackson adalah putra Poseidon ketika hologram trisula Poseidon yang berpendar hijau muncul di atas kepalanya.
Setelah kehancuran dunia akibat Perang Dunia II, ketiga dewa besar Olympus (Zeus, Poseidon dan Hades) bersumpah demi Sungai Styx untuk tidak memiliki anak karena anak-anak mereka terlalu kuat. Perang Dunia II pada dasarnya merupakan pertempuran antara anak-anak Zeus dan Poseidon di satu pihak, dan anak-anak Hades di pihak lain.
Kemenangan berada di pihak Zeus dan Poseidon dan mereka memaksa Hades untuk bersumpah tidak jatuh cinta pada wanita manusia lagi. Dan sekarang Poseidon telah melanggar sumpah tersebut setelah pelanggaran yang pertama kali dilakukan oleh Zeus 17 tahun yang lalu. Namun anak Zeus tertimpa nasib buruk yang dilimpahkan Sungai Styx akibat pelanggaran sumpah tersebut. Dan sekarang hanya Hades yang masih menjaga sumpahnya.
Tidak hanya mengetahui identitas aslinya, Percy juga menyadari bahwa kekuatan Demigodnya meningkat saat ia berada di dalam air. Percy mampu bernapas dalam air dan berenang super cepat.
Suatu hari, Percy mendapat ramalan dari Sang Oracle untuk melakukan perjalanan menemukan Petir Asali Zeus yang hilang. Zeus yang mengetahui bahwa Poseidon telah melanggar sumpahnya yakin kalau Poseidon ingin merebut kekuasaannya dengan menyuruh anaknya -Percy- mencuri Petir Asali. Sudah menjadi pengetahuan umum kalau seorang dewa tidak bisa merebut lambang kekuasaan dewa lain secara langsung karena dilarang oleh hukum dewa yang paling kuno. Zeus yakin Poseidon membujuk seorang pahlawan manusia untuk mengambilnya di saat ia lengah.
Namun Chiron yakin kalau Petir Asali dicuri oleh Hades yang bermaksud untuk mengadu domba Zeus dan Poseidon. Percy yang ditemani Annabeth dan Grover hanya punya waktu sepuluh hari sebelum titik balik musim panas untuk mencari dan mengembalikan Petir Asali kepada Zeus atau Perang Dunia II kembali terulang dan Percy menjadi orang pertama yang merasakan amukan kemarahan Zeus.
Tapi untuk berhasil dalam pencarian ini, Percy tidak hanya harus membuktikan dirinya tidak bersalah dan menangkap pencuri sebenarnya. Dia juga harus memecahkan teka-teki ramalan yang diberikan Sang Oracle yang memperingatkan Percy bahwa akan ada pengkhianatan dari seorang teman, dan ia juga harus berhadapan dengan kekuatan mengerikan yang bahkan lebih hebat dibandingkan para dewa itu sendiri.
Mereka memutuskan untuk melakukan perjalanan ke barat untuk menemukan pintu masuk menuju Dunia Bawah di Los Angeles. Selama perjalanan mereka, Percy dan teman-temannya berhadapan dengan sejumlah monster seperti Medusa, Erinyes, Echidna, Chimera, Procustes, dan Cerberus. Dari dewa perang Ares, Percy diberitahu kalau ibunya masih hidup.
Saat mereka mendekati pintu gerbang istana menuju kediaman Hades, sepatu ajaib yang diberikan Luke menarik Grover menuju arah berlawanan, menerbangkan Grover bagaikan anak panah ke terowongan yang berakhir di lubang sebesar blok kota, Tartarus. Namun Grover berhasil melepaskannya dari kaki kambingnya tepat pada waktunya di tepi lubang Tartarus.
Percy dan teman-temannya yakin ada sesuatu yang sangat mengerikan berada di dalam lubang Tartarus, sesuatu yang kuno dan berbahaya yang tidak ingin mereka usik. Mereka tidak repot-repot mencari tahu apa yang ada di dalam sana dan segera bergegas keluar dari sana.
Memasuki ruang singgasana Hades, Percy meminta Hades mengembalikan Petir Asali. Namun Hades yang sangat murka malah sangat yakin kalau Percy tidak hanya mencuri Petir Asali Zeus tapi juga Helm Kegelapan miliknya.
Apa yang sedang terjadi di sini? Hades bukan pencuri Petir Asali? Lalu siapa pencuri sebenarnya? Benarkah Hades berkata jujur? Lalu di mana Petir Asali jika tidak di tangan Hades? Berhasilkah Percy menyelamatkan ibunya? Di tengah kekacauan itu, titik balik musim panas telah tiba. Anda penasaran? Silahkan membacanya sendiri....   


Kutipan dari Novel Percy Jackson & The Olympians : The Lightning Thief

“Dalam Perang Pertama, Percy, Zeus memotong-motong ayah kami, Kronos, menjadi seribu keping, sebagaimana yang dilakukan Kronos sendiri kepada ayahnya sendiri, Ouranos. Zeus membuang jenazah Kronos ke dalam lubang tergelap yang bernama Tartarus. Pasukan Titan tercerai-berai, benteng gunung mereka di Etna hancur, sekutu monster mereka terusir ke sudut-sudut pelosok bumi. Namun, bangsa Titan tak bisa mati, sama seperti kami para dewa. Apa pun yang tersisa dari Kronos tetap hidup dalam cara yang mengerikan, masih sadar dalam nyeri abadinya, masih haus kekuasaan.” 
“Dari waktu ke waktu, selama sekian abad, Kronos bergerak. Dia memasuki mimpi buruk manusia dan mengembuskan pikiran jahat. Dia membangkitkan monster-monster gelisah dari kedalaman.”

Pendapat Saya tentang Novel Percy Jackson & The Olympians : The Lightning Thief Karya Rick Riordan

Menurut saya novel Percy Jackson & The Olympians : The Lightning Thief adalah novel yang sangat menarik untuk dibaca. Rick Riordan sebagai penulis mampu memberikan sensasi penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya saat membalik halaman buku ini. Berbagai pertarungan dan aksi yang dilakukan Percy Jackson dan kawan-kawan digambarkan sedemikian bagus  sehingga memudahkan kita membayangkan apa yang terjadi dan digambarkan dari sudut pandang karakter beserta pikirannya. Menurut pendapat saya, Novel Percy Jackson & The Olympians : The Lightning Thief adalah novel yang sangat bagus dan wajib dibaca serta menurut saya tidak memiliki kekurangan sama sekali.

Sumber : 


  1. Riordan, Rick. 2013. Percy Jackson & The Olympians : The Lightning Thief. PT Mizan Publika.
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Percy_Jackson_%26_the_Olympians:_The_Lightning_Thief
  3. http://ageha777.blogspot.com/2010/01/percy-jackson-olympians-series.html

Oleh : Yohanes Adryan Lamury Hadjon